FILSAFAT LINGKUNGAN

17 May 2026

...

FILSAFAT LINGKUNGAN 

Filsafat: Philos yang berarti cinta dan Sophia yang berarti Kebijaksanaan/Kearifan/Pengetahuan). Sebagai suatu ilmu, atau bahkan disebut juga science of science, melalui filsafatlah sesuatu kebenaran dapat ditelusuri atau diselidiki sebab-sebab dan asas-asas yang paling hakiki dari segala sesuatu yang ada melalui cara berpikir rasional, radikal dan sistematis universal. 

KETERKAITAN FILSAFAT DAN LINGKUNGAN HIDUP 

  • Keterkaitan antara filsafat dan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dengan objek yang dikaji oleh Filsafat secara universal. 
  • Secara universal Filsafat mengkaji tentang Tuhan, Alam, dan Manusia.

WHAT IS OBJECTIVES OF ENVIRONMENTAL PHILOSOPHY???

 Environmental philosophy examines our relation, as human beings, to nature and our conception of nature’s value and entitlements; It also explores how we are to live with and in nature, and to what degree nature is or is not implicated in our own identity

  • Tanpa disadari, ketiga objek filsafat yaitu, Tuhan, Alam, Manusia merupakan satu kesatuan yang secara universal merupakan hal-hal yang dikaji dalam Filsafat Lingkungan. 
  • Berbicara tentang Ketuhanan adalah berbicara dalam konteks keyakinan yang pada akhirnya menjadi bentuk pengakuan terhadap sumber geneologi Moral.
  • Bicara Tentang Alam Semesta misalnya juga berbicara tentang apa alam semesta itu? Mengapa Alam ini diciptakan, untuk siapa diciptakan? 
  • Berbicara dengan manusia misalnya berbicara tentang mengapa manusia diciptakan, apa tujuan paling hakiki dalam kehidupan manusia? Dan apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan manusia baik dalam konteks hubungan dengan manusia, alam dan Tuhan. 
  • Dengan demikian maka, selain manusia dan alam merupakan objek filsafat, mereka juga merupakan satu kesAtuan komponen dalam lingkungan hidup, sehingga lingkungan hidup itu merupakan objek filsafat secara universal. 
  • Untuk lebih jelasnya lihat pembagian filsafat sebagai berikut.

PEMBAGIAN FILSAFAT 

Filsafat dibagi menjadi Dua: Filsafat Teoretis dan Filsaat Praktis. 

  • Filsafat Teoretis itu mendeskripsikan sesuatu sebagaimana adanya. 
  • Sedangkan Praktis menjelaskan tentang menggambarkan bagaimana seharusnya atau berkaitan dengan ilmu perilaku manusia, mana yang seharusnya dan mana yang tidak, atau segala sesuatu tentang prilaku manusia, misalnya terkait dengan ilmu keluarga, politik dan hukum. 

Oleh karena itu kedua kajian, baik filsafat teoretis ataupun praktis merupakan kajian dalam filsafat lingkungan .

SKEMAFILSAFAT LINGKUNGAN FILSAFAT TEORETIS FILSAFAT PRAKTIS Membawahkitapada pemahamanyang utuhapa, bagaimanadanmengapa lingkunganhidupini alamRaya ini Beradadi tengah2 manusia). Mengantarkanmanusiadalam memahamibagaimana seharusnyaperilakumanusia terhadapalam, baikdalam dimensiajaranmoral maupun etika.

ETIKA LINGKUNGAN 

Apa yang dimaksud dengan etika? • Apakah sama etika dengan moral? • Dari manakah sumber moral tersebut? • Dari manakah sumber etika tersebut?

DEFINISI ETIKA  :Etika dapat diartikan sebagai berikut : 

  1. Etika sebagai ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk/pemikiran sistematis dan kritis tentang ajaran moral 
  2. kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan moral dalam suatu kelompok atau masyarakat.
  3. Pedomanatau petunjuk praktis dalam perilaku atau tindakan manusia.

Etika Lingkungan Merupakan Refleksi Kritis Tentang Ajaran Moral serta Cara Pandang Manusia Dalam Mengaktualisasikan Nilai Nilai Moral Pada Tataran Praksis terkait dengan Hubungan Manusia Dengan Alam.  Tujuannya Adl: Untuk Mencari Apa Yang Seharusnya Dilakukan Manusia Terhadap Lingkungannya, Mengetahui dan Memahami tata prilaku manusia tentang baik dan buruk, sehingga manusia sadar tentang ajaran moral dan apa yang manusia lakukan mempunyai nilai tanggung jawab moral di lingkungannya. (Paradigmatik Terhadap Alam).

Cara Pandang Manusia Terhadap Alam Adalah Dipengaruhi Oleh Pemahaman Manusia tentang Ekosistem • Pertanyaannya? • ApakahKedudukanManusia Sebagai Sebuah Sub Sistem Dari Ekosistem Adalah Parsial Dan Berdiri Sendiri Dan Dapat Mempengaruhi Ekosistem Secara Universal Ataukah Saling Ketergantungan Dengan Sub Sistem-sub Sistem Lain Dari Sebuah Ekosistem?

BEBERAPA PENDEKATAN ETIKA LINGKUNGAN 

Anthroposentrisme Ditinjau dari terminologi bahasa, kata antroposentrime terdiri dari dua kata yaitu antropos yang berarti manusia, dan centrum yang berarti pusat. Secara kebahasaan kata antroposentrisme dapat diartikan bahwa manusia pusat dari sistem alam. antroposentrisme menganggap bahwa hanya manusia yang mempunyainilai dan prinsip moral, sedangkan alam beserta isinya hanya mempunyainilai sepanjang dapat menunjang kebutuhan hidup dan kepentingan manusia. Cara pandang etika antroposentrisme juga dipengaruhi oleh Aristoteles yang menyebut, everything in nature fulfills a purpose and the ultimate purpose of nature is the satisfaction of human needs. (Sgl sesuatu yang ada dlm alam semesta untuk menggapai suatu tujuan yang tujuan akhirnya itu adalah kepuasan terhadap kebutuhan manusia). 

Oleh karena itu kedudukan manusia terhadap alam sangat dominan dipengaruhi oleh manusia maka alam hanya dinilai sebagai bagian kepentingan manusia, dan kepedulian manusia terhadap alam adalah tidak terlepas dari prinsip nilai dan moralitas yang melekat pada manusia sebagai pusat dari sistem alam.

BIOSENTRISME BIOSENTRISME 

Antithesis Terhadap Pola Pikir Etika Lingkungan Antroposentrisme Yang Hanya Menempatkan Manusia Sebagai Pusat Dari Alam Semesta. Krisis Lingkungan Adalah Dasar Munculnya Biosentrisme, 

  • Secara konseptual biosentrisme beranggapan bahwasegala sesuatu yang hidup di alam semesta mempunyainilai pada dirinya sendiri dan lepas dari kepentingan manusia. 
  • Teori biosentrisme mendasarkan moralitas pada keluhuran kehidupan, entah pada manusia atau makhluk hidup lainnya

Oleh karena biosentrisme memusatkan pada segala sesuatu yang hidup sebagai centrum, maka tiap-tiap kehidupan dari sudut pandang biosentrisme mempunyainilai yang sama dalam sebuah sistem alam. 4 dasar keyakinan etika lingkungan biosentrisme yaitu: 

  1. Keyakinan bahwamanusia anggota dari komunitas kehidupan di bumi dalam arti yang sama dan dalam kerangka yang sama dimana makhluk hidup lain juga anggota juga anggota dari komunitas yang sama) 
  2. Keyakinan bahwa spesies manusia, bersama dengan semua spesies lain, adalah bagian dari sistem yang saling tergantung sedemikian rupa sehingga kelangsungan hidup dari makhluk hidup manapun, serta peluangnya untuk berkembang biak atau sebaliknya, tidak ditentukan oleh kondisi fisik lingkungan melainkan oleh relasinya satu sama lain);
  3. keyakinan bahwa semua organismeadalah pusat kehidupan yang mempunyai tujuan sendiri. Artinya setiap organisme adalah unik dalam mengejar kepentingan sendiri sesuai dengan caranya sendiri; 
  4. keyakinan bahwa manusiapada dirinyasendiri tidak lebih unggul daripada makhluk hidup lain. (Paul Taylor, Respect For Nature: Theory of Enviromental Ethics).

EKOSENTRISME 

Etika lingkungan ekosentrisme merupakan etika lanjutan dari biosentrisme ➢Asumsidasar dari pandangan ekosentrisme bahwaall life is interdependent and that human beings are parts of wider whole, Etika lingkungan ekosentrisme merupakan etika lingkungan yang tidak hanya memusatkan cara pandang padasesuatu yang mempunyai kehidupan (biosentrisme) melainkan memandang secara keseluruhan sebagai centrum dalam sebuah komunitas ekologis baik yang hidup maupun segala sesuatu yang tidak hidup. Sumbangsih TerhadapPendekatan Ekosentrisme Banyak Dilahirkan Oleh Pemikiran Arne Naess Dalam Deep Ecology-nya, Filsafat Pokok Daripada DEEP ECOLOGY Adalah Ecosophy, Atau Kearifan Mengatur Hidup Selaras Dengan Alam Sebagai Rumah Tangga Dalam ArtiLuas.

PRINSIP-PRINSIP DEEP ECOLOGY 

  1. Pertama biospheric egalitarianis– in principle, yaitu pengakuan bahwa semuaorganismedanmakhluk hidup adalah anggota yang sama statusnya dari suatu keseluruhan yang terkait sehinga mempunyai martabat yang sama. 
  2.  prinsip non-antroposentrisme, yaitu suatu prinsip yang menyatakan bahwa keberadaan manusia merupakan bagian daripada alam, bukan terpisah atau di atas alam Ketiga adalah prinsip realisasi diri (self -realization), yaitu suatu prinsip dimana cara pandang memahami manusia sebagai makhluk ekologis, jadi realisasi diri manusia tidak hanya sebatas dalam komunitas sosial antar manusia tetapi realisasi diri itu terjadi dalam komunitas ekologis yang lebih luas. 
  3. Prinsip pengakuan dan penghargaan terhadap keanekaragaman dan kompleksitas ekologis dalam suatu hubungan simbiosis, Prinsip ini didasarkan atas realitas bahwa manusia secara kodrati cenderung dan berupaya terus untuk mempertahankan hidup, tetapi atas dasar conatus essendi (kecenderungan untuk mempertahankan hidup) yang sama, manusia harus membiarkan makhluk hiduplain untuk bertahan hidup sesuai dengan kodrat

TEKNOSENTRISME 

Etika Ini Kepanjangan Tangan Dari Prinsip Pemikiran Dan Awalnya Adalah Keyakinan Kaum Imperialis Dan Kapitalis. 

  • Etika Ini Mempunyai Keyakinan Kuat Dlm Iptek Dan Industri. 
  • MerekaMelihatBahwaProblem LingkunganItu Memang Ada Dan Nyata 
  • MengingkariBahwa Penyelesaian Kasus LingkunganDenganTidak Melakukan Penurunan Industrialisasi 
  • Tetapi Etika Ini Melihat Bahwa Problem Lingkungan Diselesaikan Dengan Iptek • OlehKarena Itu Pusat Penyelesaian Dan Harmonisasi Alam Ditentukan DenganKemajuan Iptek

Kami Siap Menjadi Mitra Hukum Anda: Terpercaya, Berpengalaman, dan Siap Membela Kepentingan Anda di Setiap Langkah.

Jangan biarkan persoalan hukum menghambat langkah Anda. Segera hubungi Tirta Law Office untuk konsultasi awal dan temukan bagaimana kami dapat membantu Anda melindungi hak, bisnis, dan kepentingan hukum Anda dengan pendekatan yang strategis dan penuh dedikasi.

Email Kami

tirta.advocate@gmail.com

Website

www.tirtalaw-office.com

Nomor Telepon

081280104010 / 021-29553621

Alamat

Plaza Sentra Summarecon Bekasi Lantai 7, Jl. Boulevard Ahmad Yani Kav. K.01, Harapan Mulya, Kec. Medan Satria, Kota Bks, Jawa Barat 17142

Hubungi Kami